Kamis, 17 Juni 2010

Potensi Pariwisata Kabupaten Cilacap


Mendengar nama Kabupaten Cilacap, yang terlintas di benak Anda pastilah kawasan industri besar di Provinsi Jawa Tengah. Di kabupaten seluas 2.142,57 km^2 ini, setidaknya terdapat tiga industri besar, yakni Pertamina, Semen Holcim, dan PLTU Karangkandri. Tetapi ketika Anda menyambangi kawasan industri ini, Anda akan terkejut karena Anda dapat termanjakan oleh keindahan alam dan peninggalan sejarah yang dimiliki Cilacap. Sebagian besar wilayah kabupaten Cilacap dikelilingi oleh perairan. Maka, tak heran jika kabupaten ini memiliki potensi wisata pantai yang sangat besar.

Teluk Penyu

Teluk Penyu merupakan kawasan pantai yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Teluk ini dinamakan Teluk Penyu karena banyaknya penyu yang berkeliaran di sepanjang bibir pantai. Sangat disayangkan, saat ini binatang tersebut sudah tidak lagi dapat ditemukan di Teluk Penyu. Perairan di Teluk Penyu ini tergolong tenang, sehingga berbagai jenis ikan dapat ditemukan di kawasan ini.
Tak heran jika banyak dijumpai kapal nelayan tradisional untuk menangkap ikan maupun disewa untuk memancing dan berwisata. Di teluk ini jiga terdapat banyak warung dan restoran menyajikan menu makanan laut disamping kios penjual souvenir khas laut.

Benteng Pendem

Benteng Pendem Cilacap adalah bekas markas pertahanan tentara Hindia Belanda yang dibangun secara bertahap tahun 1861-1879 dengan luas 6,5 hektar. Posisi benteng ini tepat di ujung selatan Pantai Teluk Penyu menghadap ke arah mulut selat Nusa Kambangan yang merupakan pintu masuk ke pelabuhan alam Cilacap. Kawasan Benteng Pendem sangat menarik untuk dijelajahi satu persatu. Pada awalnya, benteng ini terbagi dalam sebelas ruang, yakni barak, klinik, ruang pertahanan, ruang rapat dan tempat meriam. Selain itu juga terdapat gudang senjata, kamar penjara, ruang perlindungan, gardu pandang, terowongan, dan pintu gerbang. Sejak dijadikan objek wisata, kawasan benteng ini ditambah dengan musholla dan toilet.

Pelabuhan Alam

Pelabuhan Cilacap adalah pelabuhan yang terbentuk secara alamiah dengan kedalaman yang memadai. Pelabuhan ini aman dari hantaman gelombang karena terlindung oleh Pulau Nusa Kambangan. Pelabuhan ini mempunyai sejarah penting saat takluknya sekutu ( termasuk Belanda ) oleh Jepang. Pada masa itu pelabuhan Cilacap merupakan salah satu dari tiga pelabuhan terpenting di Jawa ( Batavia – Soerabja – Tjilatjap ). Karena pelabuhan ini terbentuk secara alamiah, maka pemandangan pelabuhan alam ini berbeda dengan pelabuhan-pelabuhan pada umumnya. Bentuknya sangat artistik dan sulit untuk diungkapan dengan kata-kata.

Seleko

Seleko adalah sebuah dermaga kecil untuk kepentingan masyarakat umum. Para wisatawan biasanya menikmati matahari terbenam di kota Cilacap melalu dermaga kecil ini. Dermaga kecil ini langsung menghadap hutan bakau di barat Cilacap, jadi pemandangannya terlihat sangat indah.

Nusakambangan

Pemilik pulau ini adalah Departemen Kehakiman tetapi secara kewilayahan masuk ke dalam wilayah administrative kota Cilacap Selatan. Departemen Kehakiman menggunakan pulau ini sebagai tempat penjara kelas kakap. Di “pulau penjara” ini, sejumlah bangunan bersejarah peninggalan pemerintah kolonial Belanda bisa dijumpai. Bangunan bersejarah seperti rumah penjara, tempat peristirahatan di candi, benteng Portugis dengan peninggalan meriam kuno yang merupakan sebagian potensi alam serta sejarah di Nusakambangan, ditawarkan sebagai atraksi wisata. Di pulau ini terdapat sekitar 25 goa, seperti Goa Putri dan Ratu yang kini telah dikembangkan oleh Pemda Cilacap-Goa Kledeng, Pasir, dan Goa Lawa ( goa kelelawar ) yang dihuni ribuan hewan malam ini.

Kampung Laut

Seperti namanya kampung ini memiliki rumah-rumah panggung yang berada di atas air laut. Terletak di sebelah barat kota Cilacap, tepatnya di daerah hutan bakau di Segara Anakan. Kampung ini unik karena letaknya. Untuk mencapainya tentu harus menggunakan perahu nelayan atau perahu motor dari dermaga Seleko. ampung ini memang layak untuk dijadikan tujuan wisata.

Hutan Bakau dan Segara Anakan

Segara anakan adalah sebuah laguna yang menjadi titik pertemuan air samudera Hindia dengan sungai – sungai dari daerah jawa barat terutama sungai Citandui. Karena kondisinya ini Segara Anakan ditumbuhi hutan bakau yang amat luas. Segara Anakan menjadi jalus transpotasi laut yang menghubungkan Cilacap dengan Jawa Barat seperti Pangandaran dan Banjar. Bagi yang senang bertualang dan wisata alam tempat ini akan memberikan pengalaman yang berbeda.


Sumber:
http://bisnisukm.com/potensi-pariwisata-kabupaten-cilacap.html
17 Juni 2010

Sumber Gambar:
http://pariwisata.cilacapkab.go.id/index.php?pilih=hal&id=73

Tidak ada komentar:

Posting Komentar